Showing posts with label Tips Seputar Anak. Show all posts
Bunda...
Namanya anak-anak aktivitasnya yang penuh energi kadang ada saja hal yang terjadi pada anak yang membuat kita cemas berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan fisik.
Berikut kami berikan referensi pertolongan pertama pada anak pada tiap kasus :
1. Demam
Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari sebuah penyakit. Demam adalah salah satu kondisi yang kerap menimpa anak-anak. Menurut Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K), seorang Konsultan Imunologi Alergi Anak, ada demam yang tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri. “Tetapi ada juga yang berbahaya. Misalnya, demam tinggi atau yang mengenai saluran napas.” Itu sebabnya, menurutnya, seringan apapun, demam harus segera diatasi.
Segera ukur dengan termometer setiap kali anak demam. Sekitar 30-50 persen demam disebabkan oleh infeksi. Yang terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam berdarah dengue, dan demam tifoid. Waspada bila suhu lebih dari 41 derajat Celcius, karena bisa merusak jaringan pada susunan syaraf pusat (otak).
Detail Tindakan yang dilakukan tergantung jenis panasnya. Batas toleransi suhu tubuh pada anak 38 derajat Celcius. Langkah awal adalah beri obat penurun panas, sambil dicari penyebab terjadinya demam. Kenakan baju longgar dan menyerap keringat agar anak tak kegerakan, dan tempatkan di ruangan bersirkulasi udara baik. Jika panas tinggi bisa dibantu dengan kompres air hangat di daerah kepala, ketiak, dan selangkangan. Jika dikompres dengan air dingin pembuluh darah menyempit sehingga panasnya tidak bisa dikeluarkan dan tertahan.
Seandainya panasnya turun tak perlu dibawa ke dokter, mungkin saja hanya flu biasa karena faktor lingkungan atau suhu. Beri makan dan minum yang cukup. Bawa ke dokter jika demam tak reda setelah 3 hari diobati sendiri. Untuk anak yang punya bakat kejang, jangan ditunda. Segera bawa si kecil ke dokter begitu suhu melewati batas normal.
2. Flu, Batuk, Pilek
Batuk pilek adalah penyakit langganan musim penghujan dan pancaroba. Batuk yang disebabkan infeksi virus semisal flu, bisa sembuh sendiri dalam 3 hingga 5 hari. Yang paling penting beri makan dan minum yang cukup. Jangan diberi makanan dan miuman yang merangsang timbulnya batuk. Misalnya, cokelat, mi instant, es.
Pemberian obat batuk bebas disesuaikan dengan jenis batuknya. Untuk batuk tak berlendir diberi obat yang bersifat menahan batuk (antitusif). Batuk berlendir diberi obat batuk khusus untuk berlendir. Jika batuk tak reda setelah 3 hari diobati sendiri, segera bawa ke dokter.
Sementara ciri-ciri flu adalah suhu tubuh meninggi, badan terasa lemas, dan sakit kepala. Lalu, keluar ingus jernih yang lama-lama mengental dari hidung. Penyakit ini sangat cepat menular melalui udara. Jika kondisi anak sedang tak sehat, gampang sekali tertular. Tetap berikan makan dan minum air hangat yang cukup, banyak istirahat. Jika tak sembuh juga, bawa ke dokter.
Usahakan untuk tetap memberi si kecil banyak minum. Beri air putih hangat, susu, atau jus buah. Jika hidungnya tersumbat bantu dengan menghirup uap air hangat dari baskom.
3. Kejang
Ada banyak jenis kejang. Yang berlangsung singkat disebut kejang sederhana, sedangkan yang berlangsung sekitar 15 menit disebut kejang demam kompleks. Penyebabnya beragam, diantaranya karena ayan (epilepsi), kejang otot/kram, atau kejang karena demam.
Kejang karena epilepsi muncul ketika terjadi serangan. Jika si kecil mengidap epilepsi, hindarkan dari pencetus serangan, semisal gangguan emosional (stres, tegang, cemas), cahaya berkedip-kedip. Jika kejang muncul, usahakan si sakit mendapat udara bebas, sambil berusaha menghentikan kejangnya, karena kejang bisa merusak sel-sel otak.
Ganjal mulut anak dengan sendok yang dibungkus kain, karena kondisi kejang membuat si sakit tidak sadarkan diri sehingga lidahnya “jatuh”. “Jika tak diganjal, giginya bisa patah, lidahnya bisa tergigit, bahkan putus,” papar Zaki. Lalu, baringkan anak di tempat tidur. Yang penting aliran udara bisa bebas tidak ada beban. Orangtua yang punya anak kerap kejang biasanya sudah menyediakan obat yang dimasukkan ke dubur.
Jika anak punya “bakat” kejang demam, yaitu kejang pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang bukan disebabkan kelainan di kepala atau lainnya, waspada saat suhu tubuh si kecil naik melebihi 38 derajat Celcius.
4. Diare dan muntah
Diare adalah keluarnya kotoran encer yang lebih sering dari biasanya. Dalam sehari bisa mencret 3 kali atau lebih dan kotorannya tidak berbentuk alias cair. Malah, bisa berupa cairan yang berlendir atau ada darahnya. Bisa disertai dengan muntah, tak mau minum, lemas, mata tampak cekung.
Diare bisa menyebabkan dehidrasi dan syok, bahkan meninggal dunia. “Pertolongan pertama biasanya menggantikan cairan yang sudah keluar dengan memberi oralit untuk anak. Komposisi oralit tersebut sama dengan cairan yang keluar akibat diare.” Zaki mengingatkan, jangan beri si kecil obat diare untuk orang dewasa. “Berbahaya, karena kumannya tertahan, tidak keluar, bisa berakibat tambah parah.”
Jika tak punya persediaan oralit di rumah, cairan bisa diganti dengan larutan gula garam, yang terdiri dari 1 sendok teh gula dan 0,5 sendok teh garam dengan segelas air. Jika anak emoh minum oralit atau campuran gula garam, beri dia kuah sayuran, air putih, atau kaldu.
Jika diarenya mengandung darah, segera bawa ke dokter. Begitu pula jika diare tak sembuh dalam 3 hari. “Bawa juga ke dokter jika muntahnya terus berlanjut, dan dikasih cairan infus.”
5. Jatuh
Jika si kecil jatuh karena kejadian sehari-hari orangtua tak perlu panik. Misalnya jatuh terpeleset karena belajar jalan. “Namanya juga anak-anak, pasti pernah jatuh atau terbentur. Olesi saja dengan salep kalau terbentur. Salep jangan dipakai untuk luka sobek karena bisa menyebabkan infeksi,” urai Zaki.
Jika jatuh menyebabkan luka lecet yang disertai perdarahan, hentikan perdarahan dengan kapas steril, lantas cuci bersih lukanya, dan beri antiseptik. Untuk luka memar bisa dihilangkan dengan cara kompres air es atau es batu yang dibungkus dengan kain. Jika memar yang terjadi cukup lebar, segera bawa anak ke dokter. “Begitu pula jika anak jatuh disertai dengan pingsan. Segera bawa ke dokter, karena bisa saja terjadi gegar otak.”
6. Sesak napas
Ketahui dulu riwayat sesaknya karena apa. Jika penyebabnya asma, hindarkan anak dari pencetus kambuhnya penyakit tersebut. Diantaranya debu, bau-bauan keras, makanan/minuman tertentu. “Kalau sudah pernah ke dokter biasanya dokter membekali obat-obat asma. Tinggal diminum obatnya, jika hilang tak perlu ke dokter lagi. Lain bila diminum dua atau tiga kali tidak hilang berarti harus ke dokter karena butuh obat yang lebih manjur.”
Selain asma, sesak juga bisa disebabkan banyak hal. Jika orangtua belum tahu penyebabnya, segera konsultasikan dengan dokter langganan. “Bisa saja disebabkan karena tertelan benda asing yang menutupi saluran napas.” Jika memang benar terhalang benda asing yang tertelan, jangan coba-coba mengambil benda asing tersebut apalagi jika bendanya kecil. Baringkan anak dengan posisi kepala lebih rendah, lalu tepuk-tepuk supaya muntah.
7. Perdarahan
Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah yang bisa menyebabkan gangguan fungsional tubuh. Jika terjadi perdarahan, luka, atau mimisan usahakan menyetop pendarahan dengan menekan lokasi terjadinya perdarahan.
Pada perdarahan berat, sering disertai perubahan pada keadaan umum anak. Misalnya, pingsan. Untuk kondisi perdarahan berat, jangan ditunda lagi, segeralah bawa si kecil ke dokter. Berikan tindakan pertolongan pertama sambil menunggu penanganan dokter. “Kalau tahu arah nadinya, tekan nadinya selama beberapa menit, lalu longgarkan, kemudian tekan lagi. Lakukan beberapa kali.”
8. Keracunan
Keracunan bisa disebabkan oleh makanan, insektisida, obat-obatan, maupun hidrokarbon (minyak tanah, cat, bensin). Jangan menyimpan barang-barang berbahaya di dekat jangkauan anak. Cepat beri pertolongan dengan memberi udara bebas pada anak. Lalu, buka pakaiannya agar mendapat oksigen. Keluarkan racunnya dengan cara merangsang muntah. Atau beri zat antiracun seperti orit. Segera bawa ke dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
8. Benturan Atau Cedera pada Kepala
Benturan ringan. Kemungkinan anak hanya mengalami memar, tanpa adanya tanda-tanda luka lain. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca tips dibawah ini:
- Tempelkan kompres dingin pada area yang terbentur kepalanya, untuk menghentikan proses pembekakan.
- Obati luka di kulit kepala.
- Perhatikan tanda-tanda atau perilaku yang tidak biasa pada anak hingga 24 jam setelahnya(aktivitas, pendengaran, penglihatan, dan nafsu makan)
Benturan keras. Hal ini dapat berakibat penurunan kesadaran. Jika ini terjadi, segera baringkan anak pada posisi miring dan hubungi rumah sakit terdekat untuk transportasi ke Unit Gawat Darurat(UDG).
9. Luka Bakar (Api/Cair/Listrik)- Segera dinginkan luka dengan air dingin mengalir minimal selama 10 menit, untuk menghentikan proses pembakaran dan mengurangi rasa sakit.
- Tutupi luka bakar dengan kain bersih yang tidak berserabut atau kantung plastik untuk mencegah infeksi.
- Jangan oleskan lotion, lemak, atau salep pada luka bakar.
- Jangan memberi makan atau minum jika terdapat tanda-tanda syok, misanya penurunan kesadaran.
- Segera cari bantuan medis untuk semua jenis luka bakar, terutama luka bakar berukuran besar.
Sedia Kotak P3K:1. Jangan panik. Kuasai teknik sederhana pertolongan pertama pada anak. Jika tidak tahu, jangan segan tanya orang lain yang lebih tahu.
2. Obat yang harus tersedia di rumah: obat batuk, obat penurun panas/demam (parasetamol), obat diare (oralit), obat antiseptik (obat merah, perban), obat gosok untuk gatal.
3. Idealnya, setiap rumah memiliki kotak P3K, yang selain berisi obat, juga antara lain berisi kasa steril, kapas, plester tahan air, gunting, termometer.
disarikan dari berbagai sumber
Sembelit atau konstipasi adalah masalah yang sangat umum di kalangan anak-anak. Seorang anak dianggap konstipasi ketika dia buang air besar kurang dari tiga kali tiap minggu serta ketika tinja yang keluar keras, kering, dan besar. Sembelit biasanya tidak terlalu menjadi perhatian karena dapat dicegah dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik anak.
Penyebab Sembelit
Sebagian besar sembelit disebabkan oleh pola makan yang kurang air dan serat. Air dan serat berfungsi untuk membantu pergerakan usus. Anak-anak yang sering makan makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, milkshake, permen, kue, minuman ringan manis biasanya lebih sering sembelit. Pada bayi, sembelit dapat terjadi akibat transisi dari ASI ke susu formula bayi, atau dari makanan bayi ke makanan padat.
Perlu diingat bahwa beberapa anak menahan pergi ke kamar mandi karena tidak ingin meninggalkan keasyikan mereka bermain, menggunakan toilet yang jauh dari rumah atau harus meminta ijin orang dewasa untuk pergi ke toilet. Bila hal ini berlanjut maka tinja akan makin mengeras dan terjadilah sembelit.
Stres juga dapat menyebabkan sembelit. Anak-anak bisa sembelit ketika mereka sedang cemas tentang sesuatu, seperti memulai di sekolah baru atau adanya masalah di rumah. Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan emosional dapat mempengaruhi fungsi usus sehingga menyebabkan sembelit maupun diare pada anak.
Beberapa anak bisa sembelit karena kondisi yang disebut sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome / IBS) yang dapat terjadi ketika mereka sedang stres atau makan makanan pemicu IBS misalnya makanan yang berlemak atau pedas. Seorang anak dengan IBS bisa sembelit atau diare dan disertai sakit perut atau banyak gas. Dalam kasus yang jarang, sembelit merupakan tanda penyakit medis lainnya. Hal tersebut ditandai dengan sembelit yang terjadi terus menerus atau berlangsung selama 2 - 3 minggu.
Gejala Sembelit
Perlu diingat bahwa anak-anak yang berbeda memiliki kebiasaan mandi yang berbeda. Seorang anak yang tidak memiliki gerakan usus setiap hari tidak selalu sembelit. Satu anak mungkin BAB tiga kali sehari, sementara yang lain mungkin BAB setiap 3 hari. Biasanya seorang anak mengalami konstipasi ketika BAB lebih sedikit dari biasanya. Anak dapat mengeluhkan perasaan penuh atau kembung pada perut, atau rasa sakit saat BAB dan berdarah.
Cara mengatasi sembelit pada anak
Langkah-langkah pencegahan dan pengobatan sembelit:
- Berikan anak lebih banyak cairan. Minum cukup air dan cairan lainnya membantu tinja bergerak lebih mudah melewati usus. Jumlah cairan yang dibutuhkan anak-anak akan bervariasi menurut berat dan usia. Tetapi kebanyakan anak usia sekolah memerlukan 3 sampai 4 gelas air setiap pagi hari. Jika bayi sembelit selama transisi dari ASI atau susu ke makanan padat, coba berikan beberapa ons buah pepaya setiap hari. Jika sembelit terus berlanjut segera konsultasikan ke dokter.
- Konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum dapat membantu mencegah sembelit. Serat tidak dapat dicerna sehingga membantu membersihkan usus dengan menggerakkan usus keluar. Diet makanan berlemak, manis, atau tepung dapat memperlambat perut bawah. Sumber serat yng disarankan untuk anak-anak seperti apel, oatmeal, jeruk, pisang, kentang panggang, dan popcorn.
- Pastikan anak-anak mendapatkan cukup olahraga. Aktivitas fisik dapat membantu peristaltik usus untuk bergerak, dorong anak untuk melakukan aktivitas sederhana seperti berlarian, mengendarai sepeda, atau halang rintang.
- Menata jadwal makan secara teratur. Karena makanan adalah stimulan alami untuk perut, makan teratur dapat membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan buang air besar secara rutin. Jika perlu buat jadwal sarapan sedikit lebih awal untuk memberikan anak kesempatan untuk BAB dikamar mandi sebelum berangkat sekolah.
- Mengajari anak untuk rutin ke toilet. Sarankan pada anak untuk pergi ke toilet setidaknya selama 10 menit pada waktu yang sama setiap hari, terutama setelah makan.
Dalam kebanyakan kasus sembelit, perubahan kecil dapat membantu perut anak merasa lebih baik dan mencegah kembali munculnya sembelit.
Sumber www.hi-lab.com
Konstipasi atau sembelit adalah kondisi yang sangat tidak menyenangkan bagi orang dewasa dan bahkan hal ini dapat terjadi pada bayi. Anda dapat meringankan sembelit pada bayi dengan memberikan pengobatan alami yang aman untuk bayi.
Jika bayi terus-menerus menangis dan belakangan ini jarang buang air besar, mungkin bayi Anda mengalami sembelit. Atasi sembelit pada bayi dengan cara alami, seperti dilansirOnlyMyHealth, Senin (26/11/2012) sebagai berikut:
1. Obat pencahar alami
Anda dapat membuat obat pencahar alami yang aman untuk bayi, yaitu dengan merendam buah plum dengan air panas dan biarkan semalaman. Minumkan satu sendok teh air rendaman buah plum tersebut tersebut ke bayi.
Jika Anda kesulitan menemukan buah plum, gunakan apel yang dicincang. Buah plum, apel, buah persik, pir, kacang polong, dan bayam dikenal dapat mengobati sembelit secara alami pada bayi. Senyawa yang terkandung dalam makanan tersebut dapat melunakkan tinja dan mengatasi sembelit.
2. Pengobatan melalui ASI
Bayi dapat merasakan makanan apa yang dikonsumsi oleh ibunya melalui ASI yang diminumnya. Sehingga ibu perlu meningkatkan asupan air minumnya hingga 6 atau 7 gelas air mineral setiap hari. Ibu juga perlu mengambil obat pencahar alami seperti jus apel atau buah plum.
Selain itu Anda perlu menambah asupan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan agar pencernaan bayi lancar dan terhindar dari sembelit.
3. Hindari makanan tertentu untuk bayi
Sistem pencernaan bayi belum dapat mengolah makanan dengn optimal, sehingga makanan padat tertentu dapat menyebabkan sembelit. Misalnya pisang yang masih cukup mentah, merupakan penyebab umum terjadinya sembelit, pilih pisang yang telah benar-benar matang dan lunak.
Telur juga memiliki efek mengikat dalam usus besar dan harus dihindari sampai bayi setidaknya berusia dua belas bulan.
4. Memijat perut bayi
Pijatlah perut bayi dengan lembut searah jarum jam, kemudian mandikan bayi dengan air hangat. Hal ini dapat membuat tubuh bayi menjadi relaks dan panas dapat memperlancar kembali pencernaan dan pembuangan tinja yang terhambat.
5. Latihan kaki
Bantu bayi untuk melakukan latihan ringan dengan membaringkannya dan membuat bayi bergerak menendang-nendang seperti sedang bersepeda. Hal ini dapat membantu melonggarkan gesekan pada saluran usus dan baik untuk mengurangi gas.
Sumber : www.detik.com
Sebanyak 90 persen mimisan berhenti dengan sendirinya, sedangkan 10 persen memerlukan tindakan khusus.
Asal tidak terlambat mendapatkan penanganan, komplikasi berat dapat dihindari seperti syok hingga tak sadarkan diri, atau anak sampai mengalami anemia atau turunnya tekanan darah secara drastis.
Dokter spesialis anak dari RS Awal Bros Tangerang, Dr Robert Soetandio, SpA, MSi, Med, menyebutkan sejumlah tahapan pertolongan pertama pada anak yang mengalami mimisan sebagai berikut:
1. Dudukkan anak, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan tidur telentang sebab aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan ke belakang.
2. Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri instruksi agar bernafas dari mulut.
3. Tekan cuping hidung selama kurang lebih lima menit.
4. Pada hidung anak bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
5. Bila setelah lima menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
6. Jika masih tetap berdarah, bawalah anak ke rumah sakit terdekat.
7. Jangan lupa, akan lebih baik setelah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter.
2. Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri instruksi agar bernafas dari mulut.
3. Tekan cuping hidung selama kurang lebih lima menit.
4. Pada hidung anak bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
5. Bila setelah lima menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
6. Jika masih tetap berdarah, bawalah anak ke rumah sakit terdekat.
7. Jangan lupa, akan lebih baik setelah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter.
Sumber : female.kompas



